Friday, 28 September 2018

Lakukan Hal Ini untuk Persiapan Mudik

Mudik? Asek-asek. Heehee... Jangan seneng dulu ya denger mudik. Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan saat mau mudik. Dan tentunya, persiapan mudik jangan dianggap remeh ya kawan.

Persiapan mudik


Mudik merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi mereka yang berada di luar kota, apalagi bagi perantau seperti saya. Jauh dari kampung halaman menjadi pemicu kangen yang wajib diobati ketika musim mudik. Misalnya saat tanggal merah, perayaan hari besar agama seperti idul fitri, idul adha. Harus mudik! Itu dalam hati si, meski kenyataannya kadang harus menunda mudik lebaran karena beberapa hal.

Kalau saya sekarang yang punya anak kecil (balita) dua anak. Repot rasanya kalau mau mudik baik itu menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Lha wong jalannya sama² macet. Kasihan kalau bawa anak kecil kena macet. Mandi keringat dan debu. Waaalaaahh piye kok iso mandi debu? Tayamum jadinya. Wkkk...

Sebenarnya bisa si disiasati, kalau mudik ya jangan di hari dimana banyak yang mudik. Masalahnya, belum libur kerja. Maklum, jadi babu di negeri perantauan. Jadwal mengikuti juragan tentunya.

Mau mudik kok mbulet wae? Haahaaa

Ya sudah, mudik gak mudik penting baca tulisan saya ini ya.

Bagi kalian yang mau mudik, harus perhatikan langkah-langkah sebagai bentuk persiapan mudik. Biar perjalanan lancar jaya. Sampai rumah dengan selamat, begitu juga waktu balik.

Rencanakan mudik jauh-jauh hari


Rencanakan mudik jauh² hari
Ini ni yang jarang diperhatikan bagi mereka yang mau mudik. Apalagi yang kerja ikut orang, tapi tidak punya kalender kerja. Liburnya dadakan menjelang libur. Waahh ini yang bikin jengkel.

Bagi kalian yang kerja dengan kalender kerja, atau yang wirausaha mandiri, bisa enak dalam membuat perencanaan mudik. Mau mudik kapan aja bebas² aja.

Buat note keperluan yang dibutuhkan


Hal-hal yang perlu dimasukkan ke note antara lain mau mudik kemana saja, berapa hari, naik apa, bawa bingkisan apa, butuh uang berapa, mau sama siapa, dll. Usahakan benar² dicatat biar tidak ada yang kelewat.

Siapkan kondisi fisik


Kondisi fisik yang sehat menjadi penentu kelancaran mudik. Coba aja mudik waktu sakit. Pasti gak nyaman banget. Pinginnya ngamuk aja apalagi waktu perjalanan macet. Kondisi badan yang gak fit juga bisa menjadi pemicu kecelakaan kalau mudiknya pakai kendaraan pribadi.

Kondisikan rumah yang mau ditinggalkan


Hal-hal yang perlu dikondisikan saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong adalah listrik, kompor, kunci rumah, air. Pastikan tidak ada yang nancap pada steker listrik, misalnya charger HP, magic com, dlsb. Cabut kompor dari tabung gas. Kunci rumah kalau perlu didobelin aja. Dikunci yang biasa dan digembok. Periksa saluran air, kalau menggunakan PDAM bisa langsung meng-off-kan.

Itu tadi tips dari saya untuk persiapan mudik. Happy mudik yaaa...
Read More

Wednesday, 5 September 2018

Lowongan Guru Kimia MA Nurul Ulum Malang

Buat kalian yang ingin jadi guru, berikut ada lowongan guru kimia MA Nurul Ulum Malang.

Dibutuhkan guru mapel KIMIA di Madrasah Aliyah NURUL ULUM MALANG


Syarat: 


1. Laki-laki (hanya mengajar di santri laki-laki)
2. Jurusan: kimia (diutamakan), atau fisika dan biologi tapi menguasai kimia.

Berkas:


1. Surat lamaran yang ditujukan kepada Kepala MA Nurul Ulum Malang  (Jl. Aipda Satsuitubun 17 Kebonsari, Sukun - Kota Malang)
2. CV ( daftar riwayat hidup)
3. Foto copy ijazah 2 lembar
4. Foto copy transkrip 2 lembar
5. Pas foto terbaru berwarna ukuran 4x6 2 lembar
6. Foto copy KTP 2 lembar


Langsung datang di kantor nurul ulum sesuai alamat di atas atau bisa menghubungi nomor 085755578630   (Wakil Kepala Bidang Kurikulum) untuk menanyakan perihal lowongan lebih detail.

Selamat mencoba.
Read More

Sunday, 2 September 2018

Mau Sertifikasi Kemenag: Puasa 12 Tahun Dulu

Sertifikasi kemenag menjadi hal yang ditunggu-tunggu guru swasta dibawah nauangan kemenag (kementerian agama). Lembaga penyelenggara pendidikan formal dibawah naungan kemenag adalah MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah). Sertifikasi menjadi hal yang berarti karena gaji guru swasta cenderung rendah. Jangankan mencapai UMR (Upah Minimum Regional), mencapai separo UMR saja sudah jempolan lhoo.

Kabar sertifikasi kemenag terbaru


Baru-baru ini, informasi yang bisa di dapat dari web SIMPATIKA, di tahun 2018 ini yang bisa masuk sertifikasi adalah guru yang memiliki masa kerja 12 tahun (terhitung mulai 2006). Hebat kan drama pendidikan? Kalau untuk urusan politik saja dana jor-joran. Urusan pendidikan terutama gaji guru saja nunggu uang sisa kali ya. Nunggu 12 tahun baru sertifikasi. Tapi gak apa, mungkin sama Tuhan dianggap puasa. Terutama yang sudah berkeluarga: hutang koperasi sekolah masing². Tiap bulan potong gaji. Gaji kurang dari cukup, tapi masih dikebiri dengan aturan pusat.

Guru tetap sabar kok


Untungnya, guru Indonesia nrimo ing pandum (menerima berapapun gaji), sambil usaha sana-sini, atau utang sana-sini. Kalau gak nrimo ing pandum, mungkin ketika ada info penggandaan uang, guru-guru akan berada di barisan depan. Alhamdulillah gak seperti itu.

Saat ini, guru memang masih bertahan dengan gaji seadanya. Beberapa tahun ke depan, bisa saja Indonesia kekurangan guru besar-besaran seperti bidang pertanian saat ini yang semakin sedikit jumlah petani mudanya karena kurang perhatian.

Tapi sabarnya sampai kapan?


Kebutuhan hidup tiap tahun yang mutlak selalu naik. Itu baru kebutuhan, belum lagi keinginan individu juga malah bertambah tinggi karena pengaruh media yang mengiklankan berbagai produk penunjang kehidupan sehari-hari. Belum lagi tekanan dunia digital yang semakin tinggi. Aplikasi menyerupai guru sudah mulai bermunculan. Tilik aplikasi ruang guru misalnya. Belajar hanya lewat internet, dengan hanya sekali sentuh. Bisa dilakukan dimanapun. Bahkan di tolilet sekalipun. Penunjang ruang guru, ada aplikasi guling (guru keliling). Model les privat. Tinggal klik, milih pendamping belajar. Saat itu juga tentor akan datang ke rumah.

Saking pintarnya atau sebaliknya. Program pemerintah terlalu ketinggalan jaman dalam memakmurkan guru. Nunggu tua dulu baru bisa sertifikasi. Termasuk sertifikasi kemenag. Kalau tua baru disertifikasi, wahh sayang, inovasi sudah mau mandek.

Sertifikasi kemenag

Merenung bentar yuk tentang program sertifikasi


Coba kita renungkan bersama dengan program sertifikasi kemenag terutama. Misal lulus kuliah sekitar usia 23 tahun. Langsung ngajar. 12 tahun lagi baru sertifikasi. Usia sudah 35 tahun. Memang masih usia produktif. Tapi sudah mulai melemah inovasinya. Kok bisa? Selama menjadi guru 12 tahun itu, mereka tidak hanya fokus dengan profesinya sebagai guru. Keterampilannya bukan hanya jadi pendidik. Mereka akan nyambi kerjaan lain untuk survive, apalagi sudah keluarga. Usaha sambilan kebanyakan berhubungan dengan dagang. Selama 12 tahun tersebut, mereka akan lebih menguasai keterampilan dagang dibanding keterampilan jadi guru.  Bahkan profesi guru berbalik menjadi sampingan belaka. Mau bagaimana lagi, hasil jadi guru juga cuma segitu. Sementara dihimpit sana sini yang memaksa harus keluar biaya. Bahkan kencingpun harus mengeluarkan biaya.

Pemegang kendali pendidikan, sepertinya perlu di tabok dulu biar segera sadar. Sayangnya guru tak punya kuasa untuk melakukannya. Kalah tua, kalah jabatan. Tapi perlu. Benar-benar perlu nabok dulu. Bukan kepala yang ditabok. Mungkin bisa menyuarakan seperti saya lewat tulisan. Barangkali menyentuh, dan pemerintah pun tersentuh.
Read More

Thursday, 23 August 2018

Menempuh Hidup Baru, Fokus dengan Agribisnis

Fokus dengan agribisnis
Ilustrasi agribisnis: slideshare.net
Masa tunggu setahun lamanya. Waktu yang singkat, andaikan menunggu pasangan. Sayangnya, ini menunggu terlepas dari mental pegawai. Terasa lama. Seperti cerita saya setelah resign kerja dulu. Ada rasa galau. Bukan hanya saya yang sulit meninggalkan karir sebagai guru, tapi juga orang terdekat. Sekali lagi, bukan hanya saya. Mungkin karena awal perjalanan kerja sebagai karyawan, jadi butuh waktu lama untuk terlepas dari rasa takut tidak berpenghasilan. Di sana-sini mengatakan bahwa menjadi guru, hasil yang diperoleh penuh barokah. Paradigma lama. Saya punya paradigma baru: setiap kebaikan akan menghasilkan kehidupan barokah. Hari ini, kamis 16 Agustus 2018 saya resign dari guru yang ketiga kalinya. Karena dukungan istri untuk fokus dengan agribisnis. Bukan hanya sekedar berbisnis di bidang pertanian. Tanggal 18 Agustus saya akan tes S2 agribisnis di kampus swasta di Malang. Tepatnya di UMM. Langkah baru yang tanpa pikir panjang dalam mengambil keputusan. Bisa dibilang rada ngawur. Karena belum ada persiapan, termasuk biaya. Yang penting berangkat dengan niat yang baik. Mungkin ini hidup baruku, fokus dengan agribisnis.

Bagaimana saya mengundurkan diri, lebih terhormat rasanya. Menggunakan surat pengunduran diri. Benar-benar resmi. Yang pertama dulu  lewat lisan. Kedua lewat whatsapp. Ketiga baru lewat jalur semestinya. Semoga menjadi awal yang baik.

Bagaimana rasanya di perasaan dan pikiran? Jelas tidak fine. Layaknya baru lulus sekolah mau mencari kerja. Ada rasa gusar, bimbang, kuatir. Kalau tidak dapat kerja bagaimana. Seperti itulah. Saya masih ada sedikit rasa takut. Kalau gagal di bisnis pertanian bagaimana. Lagi-lagi: istri tercinta yang meyakinkan. Meski dulu menjadi orang pertama yang meragukan dan menentang. Sekarang menjadi orang pertama yang mendukung.

Bayang hitam saat fokus dengan agribisnis


Bayang-bayang hitam kadang masih mampir di pikiran. Maklum, saya dikelilingi keluarga yang bisa dibilang sukses berkarir dengan menjadi pegawai bidang pendidikan. Mertua keduanya PNS, mbak ipar PNS dan suaminya dosen. Istri saya juga dosen. Sebut saja saya petani. Strata sosial  yang beda jauh. Begitulah pandangan manusia. Menilai seseorang dari cover.

Saya kadang juga masih kepikiran. Apa keputusan saya ini kemajuan atau kemunduran? Apalagi bidang ini jarang peminatnya. Bahkan yang kuliah agribisnis saja jadi pegawai bank atau pegawai sektor lain. Jangankan fokus dengan agribisnis, mereka tertarik saja enggak. Orang yang saya kenal dan bergerak di bidang agribisnis juga banyak yang bangkrut. Hanya beberapa yang masih jalan. Itupun di usia tua.

Ikuti Apa Kata Hati untuk fokus dengan agribisnis


Nurani berkata: jalani saja, ide banyak, sayang kalau ide dicuri orang. Sampai hari ini, nurani tetap berkata: jalani saja. Entahlah. Memang sepertinya aneh dengan keputusan saya yang ingin fokus dengan agribisnis.  Namun, sebenarnya keputusan saya tepat. Banyak data yang mendukung. Pertumbuhan bisnis di Indonesia masih lambat. Selain itu, pertanian juga mulai ditinggalkan. Jumlah petani muda dan berpendidikan juga sangat minim persentasenya. PR yang membebani menteri pertanian, ternyata juga membebani saya. sebenarnya inilah peluang besar bagi saya untuk berhasil di sini. Hanya saja tidak ada rumus baku bagaimana meraih sukses di agribisnis ini. Beda dengan saat dimana saya bekerja jadi pegawai dulu. Modal rajin, kreatif, inovatif,  dan aktif di tiap kegiatan cepat naik jabatan. Lahh, sekarang modal itu perlu dinaikkan lagi berapa kali lipat. Siapa yang sanggup?


Read More

Sunday, 19 August 2018

Mungkin Kita Sudah Merdeka, tapi Masih Terjajah

Setiap bulan Agustus, bahkan sebelumnya, ada tradisi nasional. Bisa dianggap tradisi sakral si. Peristiwa penting menjadi latar belakangnya. Tepat di tanggal 17 Agustus 1945 lalu, proklamasi kemerdekaan bergaung. Sejarahnya panjang.  Berabad-abad lamanya. Sekarang sudah merdeka. Merdeka dari penjajahan fisik. Ya, kita benar-benar sudah merdeka, tapi masih terjajah.

Apa bukti kita masih terjajah?


Mental. Pandangan kita masih tertuju ke negara luar. Wah bagusnya buah impor, dibanding buah lokal. Apel misalnya. Buah impor yg berlabel, terbungkus rapi, ukurannya seragam, warna menggoda, rasa manis. Dan banyak kebaikan lainnya.

Bandingkan dengan buah lokal. Dijajakan asal-asalan. Ukuran dan bentuk yang beraneka ragam dijadikan satu. Mendingan kalau itu. Ada yang lebih parah. Buah yang busuk pun dijual. Dijajakan tanpa kemasan: telanjang. Paling kalau beli, di bungkus kresek aja. Ibarat manusia telanjang di tempat umum. Wah, gak punya harga diri kan. Begitu juga dengan buah ini.


Dari perbandingan tersebut. Apa yang akan kita putuskan. Beli apel lokal atau impor? Apalagi buat oleh-oleh. Cocoknya yang impor kan ya.

Lagi. Kalau masalah pendidikan. Kita akan condong ke negara lain. Kairo, Finlandia, Australia, Belanda, Inggris, Amerika, Jepang, dll. Pikirnya, sekolah di luar selalu lebih baik di banding Indonesia. Setelah sekolah bahkan tau mau menginjakkan kaki di Indonesia lagi. Lebih enak di luar sana. Gajinya besar. Atau mau kembali ke Indonesia. Tapi sebagian ilmu dari luar tak berfungsi. Hanya ijazahnya saja yang berfungsi. Karena beda budaya, politik, agama, sosial. Semua berbeda. Tidak bisa dipaksakan aplikasi seluruh ilmu dari luar di Indonesia. Lulusan luar negeri, kelihatan lebih wah. Keren. Padahal hanya beda gelar dan ijazah.

Banyaknya produk impor sebagai pertanda bahwa mulai pemerintah sampai masyarakat masih terjajah. Terjajah mental. Kita lebih memilih menikmati produk import dibanding mengembangkan produk lokal.

Ada lagi bentuk mental yang mengindikasikan Indonesia masih terjajah. Korupsi. Mental orang Indonesia yang ingin menguasai aset (terutama harta) kekayaan Indonesia sendiri. Dengan adanya karupsi tersebut, menyebabkan pihak lain terampas haknya. Adanya hak yang terampas sebagai indikasi terjajah oleh pihak lain.

Kapan bisa terlepas dari penjajahan?


Kapan kita bisa terlepas dari belenggu penjajahan. Coba flashback. Indonesia dijajh Belanda 350 tahun. Jepang 3,5 tahun. Total 353,5 tahun. Di tahun 2018 kita merdeka 73 tahun. Masih sangat jauh dibanding lamanya terjajah. Mungkin banyak yang tidak sadar dengan hal tersebut.

Lamanya terjajah benar-benar sulit menghapus kenangan tersebut. Sebenarnya bisa terlepas dari belenggu penjajahan. Tanpa harus menunggu kemerdekaan selama 353,5 tahun. Cukup kita fokus pada potensi lokal. Berbangga dan berbenah diri dengan potensi lokal. Indonesia kaya, hanya mental masyarakatnya saja yang miskin. Miskin inovasi untuk mengembangkan produk lokal.
Read More